Mengenang Pater Johann Balthasar Casutt adalah melihat sejarah ATMI; demikian pula melihat ATMI berarti menghadirkan kembali Romo Casutt SJ. Akademi Teknik Mesin Industri di Surakarta (sekarang menjadi Politeknik ATMI Surakarta) dan Politeknik Industri ATMI Cikarang tak bisa dilepaskan dari sosok Romo Casutt. Kendati pendidikan dasar dan formasi dalam Serikat Jesus melibatkannya dalam pendidikan filsafat, teologi, pendidikan agama, dan ekonomi, namun bagian terbesar hidupnya dibaktikan bagi dunia pembinaan anak-anak muda di ATMI. Penghargaan “Best Practice Award for Productive Youth Development” yang ia terima dari Jacobs Foundation (Swiss) pada 3 Desember 2009 menegaskan betapa besar sumbangsih Romo Casutt bagi pendidikan di Indonesia. Romo Casutt berhasil memajukan produktivitas kaum muda Indonesia; dan tak kurang pula almarhum berhasil mengadaptasi model pelatihan sekolah kejuruan yang tepat untuk kaum muda dengan penyesuaian keadaan Indonesia.
Masa Muda dan Panggilan Imamat
Lahir di Horgen, Zürich, 24 Januari 1926, Pater J. Casutt adalah putera dari pasangan Katolik devotif (Alm) Bapak Florian Anton Casutt dan (Alm) Ibu Katarina Alt Casutt. Selang dua minggu setelah kelahirannya Casutt kecil menerima baptis pada 7 Februari 1926. Ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Horgen (1932-1937), lalu melanjutkan pendidikan di Gymnasium, Engelberg (1937-1945), dan berlanjut di Seminari Tinggi, Chur (1945-1947).
Masuk Novisiat Serikat Jesus di Rue, Swiss pada 6 Oktober 1947, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 7 Oktober 1949 Heythrop College, Inggris. Tanpa tahun juniorat, Frater Casutt ditugaskan belajar Filsafat di Heythrop College selama empat tahun (1949-1952), disusul belajar Teologi di Egenhoven, Belgia selama 4 tahun (1952-1955).
Frater Casutt menerima tahbisan diakon pada 10 Agustus 1953 di Egenhoven, Belgia dari Mgr G.M. van Zuylen, dan menerima tahbisan imamat pada 15 Agustus 1953 dari Uskup yang sama dan juga di tempat yang sama .
Dua tahun berselang sesudah tahbisannya, Romo Casutt menempuh tersiat di Münster pada Oktober 1955 s.d. Juli 1956 di bawah bimbingan Pater Pies SJ. Selepas tersiat ia menerima tugas mengajar agama di Kolese Feldkirch. Pada 27 Februari 1957 ia menerima penugasan menjadi misionaris di Indonesia.
Di antara banyak peristiwa hidup yang dialami, terdapat 1 peristiwa yang dialami pada 1 Januari 1961 dan menjadi kenangan yang mendalam, karena saat itulah secara resmi Romo Casutt SJ menjadi anggota Vice-Provinsi Indonesia.Romo Casutt SJ mengucapkan kaul akhir yang menegaskan secara penuh sebagai anggota Serikat Jesus di Indonesia, tepat pada 15 Februari 1977 .
Warisan Abadi Romo Casutt SJ.
Romo Casutt berpulang pada hari Jumat, 24 Agustus 2012 di Rumah Sakit Brayat Minulya.Ekaristi requiem diadakan pada Sabtu, 25 Agustus 2012 dan Minggu, 26 Agustus 2012 di Kolese St Mikael, ATMI Surakarta, selanjutnya disemayamkan di Gereja St. Stanislaus, Girisonta pada Senin, 27 Agustus 2012 dan setelah misa dilakukan pemakaman di Taman Getsemani, Girisonta.
Dalam memperingati 100 tahun HUT Romo Johann Balthasar Casutt, SJ di 2026 ini, kita mengenang sosok misionaris asal Swiss yang mendedikasikan seluruh hidupnya sebagai pelopor pendidikan vokasi Indonesia. Dikenal melalui karyanya yang legendaris di Politeknik ATMI Surakarta, ia adalah pribadi yang bekerja dalam kesenyapan, visioner, disiplin, namun penuh kasih. Melalui prinsip hidupnya “Ab Initio ad Esse” (dari tidak ada menjadi ada), ia bukan sekadar melatih keterampilan teknis, melainkan menjadi pendidik karakter ulung yang berhasil menyatukan keunggulan otak, hati, dan tangan para generasi muda. Kehadirannya telah meninggalkan warisan abadi berupa integritas dan totalitas pengabdian yang terus hidup di hati ribuan alumninya.
Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya
|
Guru Bahasa Inggris |
Mertoyudan |
1957-1965 |
|
Guru Ilmu Pengetahuan Umum & Ekonomi |
Mertoyudan |
1957-1965 |
|
Asisten Direktur Asrama Realino |
Yogyakarta |
1965-1971 |
|
Direktur Asrama Realino |
Yogyakarta |
1967-1971 |
|
Direktur ATMI & STM St Mikael |
Surakarta |
1971-2001 |
|
Superior Komunitas Kolese St Mikael |
Surakarta |
1976-1982; 1990-2005 |
|
Anggota Badan Pembina Yayasan Kanisius |
|
1976 |
|
Anggota Komisi Pendidikan Provindo |
|
1975-1986 |
|
Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta |
|
2000-2006 |
|
Direktur ATMI Cikarang |
Cikarang |
2003-2004 |
|
Anggota Pengurus Yayasan Karya Bakti Surakarta |
|
2006-wafatnya |
Mengenang 100 tahun Romo Casutt
Tahun 2026 ini genap 100 tahun usia Romo Cassutt
Sosok yang menginspirasi generasi demi generasi dalam membangun Kolese Mikael.
Sebagai wujud terima kasih, IKAMI menghadirkan:
📍 Monumen patung di Solo
📍 Signage di Politeknik ATMI Cikarang
Dua jejak nyata untuk mengenang dedikasi beliau membentuk karakter dan kompetensi kita semua.
Mari ikut ambil bagian dan jadi bagian dari sejarah ini melalui donasi 🙏
BCA IKAMI
3949 575757
Tambahkan angka 7 di digit terakhir nominal. Misal Rp 200.007,-
Batas pengumpulan donasi: 30 September 2026
#IKAMI







